Olimpiade Ekonomi Syariah (OES) Temukan Bibit-bibit Cerdas Dalam Bidang Ekonomi Islam




MUNCULNYA PEMIKIRAN EKONOMI SYARIAH
Masalah ekonomi timbul karena adanya kesenjangan antara alat pemuas kebutuhan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas, atau sering disebut kelangkaan (scarcity). Para ekonom Islam berbeda pendapat dalam konsep kelangkaan, yang pertama menyatakan bahwa konsep kelangkaan tidak ada dalam ajaran Islam yang didasarkan pada QS. Hud : 6. Pendapat kedua, menyatakan bahwa konsep kelangkaan ada dalam ajaran Islam, dimana kelangkaan ini bersifat relatif, yaitu kelangkaan yang diakibatkan oleh faktor pengetahuan manusia terhadap pemanfaat sumberdaya yang ada. Ilmu ekonomi Islam dilatarbelakangi oleh kondisi dimana manusia melakukan pilihan-pilihan yang timbul akibat adanya perpaduan antara keinginan yang tidak terbatas dengan kelangkaan yang bersifat relatif. Ilmu ekonomi Islam berpedoman pada nilai dan aturan syariat islam (Hosen 2008:13).
Ilmu ekonomi sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, karena keunggulan suatu negara diukur berdasarkan tingkat kemajuan ekonomi negara tersebut. “Kekuatan ekonomi tidak lagi terfokus pada kekuatan material semata, tetapi mengupayakan cara ilmu ekonomi itu bisa menyatu dengan kekuatan etika dan spiritual atau dikenal dengan integrative business ethic and spirituality” (Praja 2012:5). Setiap bangsa menginginkan suatu perekonomian yang dapat mewujudkan keadilan dan tatanan ekonomi yang harmonis. Ekonomi syariah memenuhi prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut, karena ekonomi syariah sesuai dengan fitrah manusia yang mempunyai keinginan untuk hidup layak. Ekonomi syariah merupakan sebuah ilmu ekonomi yang dilaksanakan berdasarkan ajaran Islam yaitu sesuai dengan Al Quran dan Sunnah dimana setiap perilaku manusia diatur didalamnya, sehingga kegiatan ekonomi tersebut akan terlaksana dengan baik.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak, sehingga ekonomi syariah bisa diterapkan di Indonesia dan hal ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Masalah yang sedang dihadapi adalah ketersediaan sumber daya manusia di bidang ini. Manusia merupakan faktor utama yang menjadikan Ekonomi Syariah berjaya. 

PERLU SDM YANG KOMPETEN
            Setiap kegiatan pastinya membutuhkan manusia sebagai pemeran utama untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Begitu pula dengan ekonomi syariah yang membutuhkan SDM berkualitas untuk dapat melaksanakannya dengan baik. Saat ini, ekonomi syariah menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan, karena perekonomian global mengalami gejolak ekonomi yang tidak signifikan. Gejolak ekonomi global juga berdampak bagi Indonesia, diantaranya tingkat kelajuan inflasi yang semakin meningkat. Ekonomi syariah dianggap salah satu solusi yang dapat mengatasi hal ini, karena tujuan utamanya untuk mewujudkan perekonomian yang mencapai maslahah atau falah. Maslahah atau falah merupakan keadaan dimana manusia mencapai kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Salah satu bentuknya yaitu Ekonomi Syariah terbebas dari segala bentuk transaksi ribawi yang merusak tatanan keuangan global (Praja 2012:6).
Ekonomi syariah di Indonesia sangat diapresiasi dengan baik, hal ini terbukti sudah banyak lembaga keuangan yang bergerak di bidang ini. Jumlah lembaga keuangan yang banyak, tentunya membutuhkan SDM yang banyak pula. Keadaan ini menjadi peluang yang besar bagi lembaga-lembaga pendidikan yang ada, namun hal ini juga menjadi tantangan yang harus dihadapi (Julianto 2015). Di Indonesia keadaan ini merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi karena sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah masih terbatas. Kerjasama antara pemerintah dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk dapat mengatasinya.
Lembaga-lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi memang sudah mengadakan Kajian Ekonomi Islam (KEI) di berbagai universitas di Indonesia. Kajian tersebut diwadahi dalam suatu forum atau organisasi yang biasa di kenal dengan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang di bawah naungan Fakultas Ekonomi. KSEI menjadi salah satu wadah dimana dapat menciptakan insan-insan yang mengerti dan memahami ekonomi syariah. Lebih luas lagi, KSEI diwadahi dalam suatu forum nasional yaitu FOSSEI. Adanya forum ini dapat membantu menyediakan SDM yang kompeten di bidangnya yang akan menjalankan perekonomian sesuai ajaran islam kedepannya. Kajian mengenai ekonomi islam perlu ditingkatkan supaya bidang ini dapat dipelajari oleh semua kalangan. Tidak hanya di perguruan tinggi, ekonomi syariah perlu disebarluaskan, mulai dari tingkat pendidikan menengah atas hingga para pejabat di bidang ekonomi lainnya.
Merujuk dari permasalah di atas KSEI FE Unnes ikut berperan dalam membumikan ekonomi islam, dengan mengadakan Olimpiade Ekonomi Syariah yang diikuti oleh seluruh siswa SMA/SMK sederajat se-Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan bibit-bibit cerdas yang kompeten di bidang ekonomi islam yang selanjutnya dapat berpartisipasi dalam mengembangkan ekonomi islam di Indonesia. Tujuan lain yaitu memperluas jaringan kajian ekonomi islam, dengan adanya kompetisi ini maka sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan ini akan mempelajari tentang ekonomi islam dan akan berlomba menjadi yang terbaik sehingga akan menimbulkan rasa butuh dan perlu akan ekonomi islam. Kebutuhan tersebut tidak hanya timbul pada saat mengikuti kompetisi saja, tetapi diharapkan dapat menjadi hal yang selalu dibutuhkan seperti halnya kebutuhan akan kesehatan. Kesehatan merupakan hal yang penting, begitu pula dengan ekonomi islam yang dapat menciptakan perekonomian yang tangguh akan gejolak ekonomi yang terjadi serta dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Sekali lagi, ekonomi syariah merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi perekonomian yang tidak stabil seperti saat ini.


DAFTAR PUSTAKA
Hosen M. Nadratuzzaman, dkk. 2008. Materi Dakwah Ekonomi Syariah. Jakarta: PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah)
Praja Juhaya S. 2012. Ekonomi Syariah. Bandung : CV Pustaka Setia
Julianto, Muhammad. 2015. “PENTINGNYA EKONOMI ISLAM DAN BUKTI DIPERLUKAN EKONOMI ISLAM”. http://documents.tips/documents/pentingnya-ekonomi-islam-dan-bukti-di-perlukan-ekonomi-islam.html (Diakses tanggal 14 Mei 2016)










Komentar

Postingan populer dari blog ini

STP (Segmenting, Targeting, Positioning) pada Tropicana Slim

Ternyata, Kepribadian Mempengaruhi Berat Badan