PEMUDA : PEMERAN UTAMA DALAM PANGGUNG PERADABAN BANGSA
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya
akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan
kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
(poztmo.com)
Berkaca Dari Pemuda Di Masa
Lalu
Kemerdekaan bangsa
Indonesia merupakan sebuah hasil dari segala upaya yang telah dilakukan para
pahlawan terdahulu. Tercapainya kemerdekaan juga dipelopori oleh peran para
pemuda pada saat itu. Semangat nasionalisme yang tinggi mendorong mereka untuk ikut ambil peran
dalam merintis kemerdakaan bangsa ini dan pemudalah yang berada pada garda
terdepan dalam merintis perjuangan bangsa Indonesia. Berbagai upaya dilakukan
pemuda demi mewujudkan mimpi bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan.
Salah satu upaya yang dilakukan pemuda yaitu dengan membentuk gerakan pemuda
atau organisasi pemuda. Organisasi pemuda bertujuan untuk mengumpulkan para
pemuda yang mempunyai semangat nasionalisme yang ingin memperjuangkan bangsa
Indonesia dalam mencapai kejayaan.
Berbagai organisasi pemuda
telah dibentuk untuk memperjuangkan bangsa ini, mulai dari Budi Oetomo yang
didirikan pada 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak sejarah kebangkitan pemuda
Indonesia dalam pergerakan kebangsaan Indonesia. Sarekat Dagang Islam muncul
pada tahun 1911 yang didirikan oleh HOS Tjokroaminoto. Pada tahun yang sama,
berdiri pula Indische Partai yang dipimpin oleh tiga serangkai yaitu Danudirdja
Setia Budi, Ki Hajar Dewantara dan Tjipto Mangunkusumo. Tujuan politiknya
sangat jelas yaitu untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Mereka
memperjuangkan bangsa Indonesia melalui tulisan-tulisan di surat kabar. Tulisan
yang terlalu kritis dan tajam membuat mereka dibuang karena dianggap
membahayakan kelangsungan Pemerintah Hindia Belanda (Sugiono 2012 ). Rasa
patriotaisme telah mengilhami diri mereka, hingga mereka rela berkorban dan melakukan
berbagai cara yang bisa membebaskan bangsa ini dari genggaman penjajah.
Semangat para pemuda terus
tumbuh dan semakin membara, hingga akhirnya diadakan Kongres Pemuda. Kongres
Pemuda Indonesia I pada tahun 1926, persatuan merupakan tujuan utama para
pemuda saat itu. Perhimpunan Pelajar Indonesia memprakarsai Kongres Pemuda II
pada tanggal 27 – 28 Oktober yang dihadiri oleh berbagai perhimpunan pemuda di
seluruh Indonesia. Sidang ketiga dari kongres tersebut menghasilkan sebuah
ikrar yang diucapkan para pemuda yaitu Sumpah Pemuda (Sugiono 2012). Sumpah
Pemuda merupakan awal dari kebangkitan bangsa Indonesia. Setiap tanggal 28
Oktober kita selalu memperingati hari Sumpah Pemuda, namun apakah cukup dengan
kegiatan rutinintas saja? Tentu tidak, sebagai bangsa yang mengahargai
perjuangan para pahlawannya, kita seharusnya menjadikan momen ini sebagai bahan
instropeksi diri untuk lebih berkontribusi pada negara, tentunya bagi para
pemuda supaya lebih meningkatkan rasa nasionalisme.
Bangkitkan
Semangat Nasionalisme !
Nasionalisme Indonesia
dengan Landasan Pancasila Sebagai dasar dan tujuan berdirinya Negara Kesatuan
Republik Indonesia, asas nasionalisme tercantum dalam Pancasila pada sila
ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Sebagai dasar ideologi Negara Pancasila sepatutnya
menjadi acuan kerangka kita dalam membangun kehidupan berbangsa. Nasionalisme
Indonesia yang bersumber pada Pancasila akan menjadi sebuah landasan yang benar
dan kuat. Bung Karno menyatakan bahwa negara yang kita dirikan harus dilandasi
Nasionalisme. Akan tetapi nasionalisme yang kita bangun harus nasionalisme yang
tumbuh dalam tamansari internasionalisme, bukan nasionalisme yang sempit dan
chauvinis. Melainkan nasionalisme yang ber-Perikemanusiaan yang adil dan
beradab (Kompasiana 2015).
Semangat nasionalisme dan
kontribusi pemuda pada masa pra-kemerdekaan memang sangat besar, hingga
menciptakan sejarah yang tak terlupakan yaitu dengan dicetuskannya Sumpah
Pemuda yang saat ini selalu diperingati pada tanggal 28 Oktober. Pertanyaan
yang selalu muncul yaitu, bagaimana kontribusi pemuda saat ini terhadap negara?
Lebih meningkatkah, sama atau bahkan lebih menurun dari pemuda terdahulu?
Inilah yang harus kita jawab bersama sebagai pemuda penerus bangsa. Kita tentu
pernah mendengar sebuah kalimat “Jangan tanyakan apa yang telah diberikan
negara kepadamu, tapi bertanyalah apa yang telah kau berikan pada negeri ini”. Sebenarnya
dalam kalimat tersebut terdapat sindiran terhadap para penerus bangsa, jika
kita menanggapinya dengan positif maka kita akan merasa malu terdahap diri
sendiri karena belum berbuat banyak untuk negeri tercinta ini. Kita juga akan
merasa bahwa kita harus melakukan yang lebih untuk bangsa Indonesia.
Kemerdekaan sudah kita rasakan, kita bisa menghirup udara bebas tanpa khawatir
ada kompeni yang akan menyerang. Inilah yang telah diberikan Indonesia melalui
perjuangan para pahlawan dan pemuda terdahulu dengan semangat nasionalisme yang
tinggi.
Zaman mungkin boleh
berubah, semangat zaman yang menyertainya pun mungkin saja berbeda. Tetapi
sekali lagi, akan selalu ada cahaya di ujung lorong yang gelap jika tetap ada
sekelompok pemuda di setiap zaman yang tidak kehilangan sensitivitas dan
kepeduliannya. Dua hal ini merupakan substansi dari nasionalisme yang dapat
dipakai sebagai syarat minimal guna menakar nasionalisme kaum muda di setiap
zaman (Pratama 2008).
Kontribusi yang kita
lakukan saat ini tentu berbeda dengan para pendahulu kita. Dulu, mereka
melakukan perlawanan terhadap penjajah untuk mencapai kemerdekaan. Kita harus
mampu mempertahankan kemerdekaan yang dicapai dengan keringat dan darah. Kita
harus lebih maju dan gigih untuk mencapai kemajuan bangsa. Mari kita gelorakan
kembali semangat muda kita untuk Indonesia.
Kami putra dan
putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbangsa yang
satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan Bahasa Indonesia
BANGKITLAH PEMUDA INDONESIA
! KUMPULKAN TEKAD UNTUK INDONESIA.
NASIONAL IS ME.
DAFTAR PUSTAKA
Aurasyifa, Salsabila. 2011. “Kata Kata Mutiara Bijak Bung Karno”. http://www.poztmo.com/2011/11/kata-kata-mutiara-bung-karno.html.
(Diakses tanggal 18 Mei 2016)
Sugiono. 2012. “GERAKAN PEMUDA MASA LALU DAN KINI”. http://arjunaireng143.blogspot.com/2012/09/gerakan-pemuda-masa-lalu-dan-kini.html.
(Diakses tanggal 18 Mei 2016)
Kompasiana. 2015. “Semangat Nasionalisme Indonesia Generasi Muda” http://www.kompasiana.com/risandaabe/semangat-nasionalisme-indonesia-generasi-muda_54f600eea333117d028b47a5.
(Diakses tanggal 18 Mei 2016)
Pratama, Rama. 2008. “Nasionalisme Kaum Muda Masa Kini”. http://andika-artikel.blogspot.com/2008/10/nasionalisme-kaum-muda-masa-kini.html. (Diakses tanggal 18 Mei 2016)
Komentar
Posting Komentar